Kedua kalinya, aku buat kau tercengang
Ini kubuat lagi sebuah sajak nakal…
Ini sebilah tangan
Mencoba meraba sesuatu yang lembut di dada
Lalu turun ke tengah pinggang dan melirih
‘Hasil cinta…’
Di balik gaun tipis warna alam
Kukecup sesuatu yang menjadikan kenangan antara esok dan lusa
Lalu terpatri selamanya
Masih kau telanjang di atas awan berderai
Aku ingin kembangkan dua pahamu
Lalu menengok apa yang menjadi seribu kepenasaran kaum Adam
Adalah hal keindahan tak biasa
Antara istimewa dan menjijikan
Dua sifat kaum Hawa yang pandai menangis tersedu
Ini sudah malam
Selimutmu belum kau kenakan, Sayang
Adakah waktu sebelum terlelap kita bergumul seperti dulu?
Lalu berbagi desahan antara cinta dan doa?
Biar tasbih tetap tergelung di leher sang waktu
Kusenggamai kau dari depan, Sayang
Biar kubisa rasakan tatapan merdumu ketika tengadah
Dan kau mainkan kedua tanganku
Di dadamu, di pinggangmu, di balik gaunmu,
Di bagian terdalam dari itu
Hingga kita sama-sama merasakan satu nikmat-Nya
Dalam beribadah pada-Nya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar